JAKARTA- BantenOnlineNews.Com
Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hal itu disampaikan Ketua Umum IPJI dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 IPJI yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Jakarta.
Ketua Umum IPJI menyebut kemajuan teknologi telah memberi kesempatan siapa saja memproduksi konten. Namun, kemampuan membuat konten tidak serta-merta menghadirkan kepercayaan publik yang dibangun lewat kerja jurnalistik profesional.
“Teknologi bisa dibeli, tetapi kepercayaan harus dibangun,”* tegas Ketum IPJI.
Ia menekankan kepercayaan masyarakat adalah modal utama insan pers. Wartawan harus konsisten menjaga integritas dan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
JURNALIS DIMINTA TAK TAKUT AI
Ketum IPJI juga mengingatkan jurnalis agar tidak menganggap AI sebagai ancaman. Justru teknologi harus dijadikan peluang untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas produk jurnalistik.
“Jangan takut pada AI. Yang perlu ditakuti adalah ketika kita berhenti belajar. Jurnalis yang menguasai AI tidak akan tergantikan,” ujarnya.
Penggunaan AI tetap harus disertai verifikasi, etika, dan tanggung jawab jurnalistik.
DORONG PERSATUAN
Ketum IPJI juga mengajak seluruh pengurus dan anggota memperkuat persatuan dan kolaborasi. Tantangan jurnalistik yang kompleks tidak bisa dihadapi sendiri, butuh solidaritas dan komunikasi antar pengurus pusat dan wilayah.
HADIRI SEJUMLAH TOKOH NASIONAL
Peringatan HUT dan Rakernas 2026 dihadiri Wamenaker RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, http://M.Si., Dewan Kehormatan IPJI Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandji, Deputi Kemenko PMK, pejabat Komdigi, BPJS Ketenagakerjaan, BNSP, Kesbangpol Jakarta Pusat, serta pimpinan organisasi pers seperti PWOI, PION, Aspek Indonesia, dan GPIB.
Rakernas 2026 menjadi momentum konsolidasi, evaluasi, dan penentuan arah pengembangan IPJI di tengah perubahan lanskap media dan perkembangan AI.
(TIM)
