H.Jawadi Ketua KTNA Kota Cilegon Beri Apresiasi Dengan Digelarnya Kegiatan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026

 

KOTA BATU- BantenOnlineNews.Com –

Sekitar 2.000 petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian* dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul di *Kota Batu* pada *19 – 23 September 2026* untuk mengikuti *Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026*.

Pertemuan nasional ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga disiapkan sebagai ruang belajar dan studi tiru untuk mengenal potensi pertanian di Kota Batu dan Malang Raya.

*Wakil Ketua Panitia Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026, Choirul Anam* mengatakan, Kota Batu dipilih karena memiliki kelengkapan potensi pertanian.

> _”Malang Raya khususnya Kota Batu ini lengkap. Jadi bukan hanya rembug, tetapi bisa belajar, bisa studi tiru. Itu yang tidak dijumpai di daerah lain,”_ ujar Anam.

Menurutnya, Kota Batu unggul di sektor hortikultura seperti apel, jeruk, dan sayuran, sementara Malang Raya memiliki komoditas kopi dan tebu. Hal ini diharapkan menjadi bekal pengetahuan baru bagi peserta saat kembali ke daerah masing-masing.

> _”Peserta tidak hanya pulang membawa hasil rembug organisasi, tetapi juga diharapkan membawa oleh-oleh berupa pengetahuan baru,”_

*Angkat Tema Swasembada Pangan*
Kegiatan ini mengusung tema *”Bersama KTNA Maju Sejahtera Wujudkan Swasembada Pangan”*. Pembukaan dijadwalkan akan dihadiri *Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman* dan *Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono*.

Selain forum organisasi, panitia juga menyiapkan *Expo Pertanian 19-23 September* yang melibatkan perwakilan provinsi dan pelaku usaha, mulai dari perusahaan *alsintan, pupuk, hingga sarana pertanian lainnya*, serta agenda *temu usaha* untuk mempertemukan petani dengan dunia usaha.

> _”Bukan hanya teriak, tetapi bersinergi dan mendorong petani meningkatkan produksi demi kesejahteraan serta perumusan rekomendasi kebijakan sektor pertanian dan perikanan kepada pemerintah pusat,”_ jelas Anam.

Berita Lain:  Peringati 20 Tahun APU-PPT, PPATK dan BNI Tanam Pohon

Ia menekankan pentingnya modernisasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Dari yang sebelumnya hanya satu kali panen dalam setahun, diharapkan bisa menjadi dua hingga tiga kali panen.

> _”Petani harus maju, harus modern, baik dalam budidaya maupun menggunakan teknologi tepat guna dan teknologi canggih agar mampu bersaing,”_ tuturnya.

Rembug paripurna ini juga menjadi momentum *regenerasi petani*, dengan keterlibatan petani muda yang semakin tinggi dalam menjalankan usaha pertanian.

Angkat bicara juga ketua KTNA Kota Cilegon H.Jawadi kami mengapresiasi karena rembug kontak tani,nalayan nasional ini penting sekali, untuk alat juang petani, Gapoktan yang ada di desa desa dan kelurahan -kelurahan kabupaten kota , karena KTNA ini bisa menampung aspirasi para Poktan, nalayan ujar Jawadi.

Begitu juga Ketua KTNA Banten H. Oong memberi Apresiasi dengan kegiatan Rembug Paripurna kontak tani nelayan nasional yang diadakan di kota batu Jawa Timur ujar Oong Syahroni.
(RED)

© 2022 BANTENONLINENEWS.COM - All Rights Reserved. Developed and Designed by Nikikula.com