CILEGON – BantenOnlineNews.Com
Persoalan banjir yang kerap menghantui warga Kelurahan Kalitimbang setiap tahun Kecamatan Cibeber, kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kelurahan untuk untuk usulan tahun anggaran 2027 Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Kali Ciberko sepanjang 4.660 meter kembali diusulkan sebagai program prioritas.
Lurah Kalitimbang, Haji Ufan, menyampaikan bahwa kondisi Kali Ciberko hingga kini masih menjadi titik rawan banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Luapan air kerap mengancam permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
“Penanganan banjir tidak bisa ditunda. TPT Kali Ciberko kami usulkan lagi karena ini menyangkut keselamatan warga,” katanya, Kamis (15/1/2026)..
Selain TPT, Musrenbang juga menghasilkan usulan perbaikan drainase lingkungan, penerangan jalan lingkungan (PJL), serta pembangunan paving block di sejumlah ruas jalan permukiman yang dinilai masih belum layak.
Namun, sejumlah warga berharap usulan Musrenbang tersebut tidak berhenti sebatas dokumen perencanaan. Pasalnya, persoalan banjir di wilayah Kalitimbang dinilai sudah berulang setiap tahun, sementara penanganan permanen belum sepenuhnya terealisasi.
Musrenbang sendiri menjadi tahapan awal dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang selanjutnya akan dibahas di tingkat kecamatan hingga kota. Haji Ufan menegaskan pihak kelurahan akan terus mengawal agar usulan prioritas tersebut mendapat perhatian serius.
“Kami berharap apa yang diusulkan tidak hanya masuk daftar, tapi benar-benar direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dengan kembali diusulkannya TPT Kali Ciberko dalam Musrenbang 2026, warga Kalitimbang menaruh harapan besar agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan solusi jangka panjang.
Dan harapan pak lurah H.Muhammad Uffan dan untuk mengatasi banjir kali ciberko kalau bisa dianggarkan dari anggaran bantuan tambahan (ABT) 2026 ujar lurah Uffan.
(RED)
