SERANG, BantenOnlineNews.Com

Diklat Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training Kapal Layar Motor ( BST – KLM) Bagi Operator Kapal Tradisional Dan Nelayan Di Wilayah Kabupaten Serang Yang Diselenggarakan Oleh Poltekpel Banten Dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang dan  HNSI kota Cilegon dilaksanakan di hotel Nuansa Bali Anyer pada hari Selasa tanggal (13/9/2022).

M.irham Sekertaris HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kota Cilegon menjelaskan.
“Yang pertama dari HNSI mengucapkan terimakasih kepada dinas terkait, dinas ketahan pangan, dari KKP kemudian sudah memfasilitasi kegiatan Diklat ini, yang mana mudah-mudahan Diklat ini bermanfaat bua nelayan karena inikan untuk meningkatkan sumber dayanya gitu sebagai nelayan,” Tuturnya.

“Kami dari HNSI Cilegon memberikan terhadap pihak terkait dalam proses Diklat
Kebetulan yang diutamakan dari kabupaten Serang kami hanya mengirim 10 Kami dari HNSI cabang hanya mendampingi supaya nelayan Cilegon itu merasa diperhatikan oleh
DPC dinas Cilegon Untuk peserta yang jelas 144 orang setiap pelaksanaan,” ucapnya.

“Tahap pertama itu dari Cilegon
Cuma untuk skrang Cilegon hanya meminta tambahan 10 orang.
Nelayan mendapatkan kemampuan keterampilan serta safety dia di laut
yang kedua takutnya ada sipihak sertifikat ini kan mungkin bisa dianggap sebagai sim sebagai nelayan” ujarnya.

“Saya kira gada masa berlakunya selama dia jadi nelayan dan punya perhau ya itu bermanfaat
Kalo pelatih itu kan dari politeknik pelayaran provinsi Banten,” tuturnya.

“Harapan saya si nelayan ini bisa meningkatkan kemampuan sebagai nelayan profesional baik materi trus tangkap nya tentunya supaya kedepan itua hasil tangkapan bagus lebih profesional,” Tuturnya.

“Kontribusinya
Kalo kami sebenarnya berfokus pada legalitas agar nelayan itu ada pengakuan dari pemerintah
Yang kedua perlindungan advokasi bagaimana antara hak kewajiban mereka pemerintah memenuhi,” Ucapnya.

“Mengenai bantuan-bantuan saya telah mengikuti tapi bagaimana nelayan ini punya kemampuan dicilegon yang nelayan diintip oleh industri yang mana nelayan ini yang di intip oleh industri bisa mengikuti apa yang ada di wilayah Cilegon ini”. ujarnya.

Masih lanjut Irham selama tiga kali penggantian walikota Cilegon untuk kepentingan nelayan seperti TPI (Tempat Pelelangan Ikan), tempat penyadaran kapal nelayan di kota Cilegon masih belum ada yang dianggarkan dari APBD  ungkap Irham.

( Red Anas/Bay)