Cilegon, BantenOnlineNews.Com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Cilegon dari Fraksi Partai Gerindra Rino Hadi Putra Melaksanakan Reses II Tahun 2022 yang diselenggarakan Di Kantor PAC Ciwandan Minggu, (24/4/2022).

Dalam kesempatan Reses ini Alhamdulillah Rino Hadi Putra dari Fraksi Partai Gerindra memberikan bantuan berupa 100 paket sembako dan uang tunai sekaligus mensosialisasikan kepada Masyarakat bahwa tempat ini kantor PAC Gerindra sekaligus kantor aspirasi, rumah aspirasi bagi masyarakat dapil II, beberapa keluhan dari warga Alhamdulillah sudah selesai.

Dalam kesempatan tersebut Rino menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat, ” Dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini kemudian investor pabrik-pabrik juga sudah tidak ada yang masuk, otomatis yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat tentang pekerjaan artinya memang yang saya lihat masyarakat sekarang Ketika saya terjun langsung ke masyarakat itu tentang pekerjaan pekerjaan dan pekerjaan yang diutamakan ,” jelasnya.

” Saya pun melihat pada saat seperti ini memang pekerjaan yang sangat sangat dibutuhkan, kenapa saya kadang Sebulan sekali turun ke masyarakat sebelum masyarakat mengadu sebelum masyarakat mengajukan Permohonan, saya sendiri yang turun langsung untuk melihat artinya bilamana masyarakat mengajukan RT sekian RW sekian harus pergantian batako akan tetapi kalau batako itu masih layak fungs lebih baik kita fungsikan ke yang lainnya artinya kita ajukan ke yang lainnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Rino mengatakan ” untuk usulan dari masyarakat mengenai tenaga kerja tidak harus menunggu tahun depan karena saya sudah berbicara dengan siapapun bilamana urusan masyarakat tentang pekerjaan pabrik manapun kalau tidak mau menerima masyarakat sekitar Ciwandan , saya akan mendemo sendiri dan yang penting masyarakat terpenuhi mau siapa lagi yang bantu masyarakat. Dan saya berharap pabrik yang ada disini masyarakat kita minimal jangan 60% ,75% harus warga sekitar karena selama ini boleh dicek banyaknya orang luar yang masuk tapi akhirnya masyarakat kita yang tersingkir ,masyarakat kita yang hanya jadi OB ,masyarakat kita yang outsourcing tapi karyawan karyawan pabrik karyawan permanen yang menerima orang orang luar , orang kita hanya jadi babu ya memang tidak semua tapi mayoritasnya warga Cilegon seperti itu, ” tutupnya.

( Red/Baihaki/Bay)