BALI, BON – Tidak ingin terprovokasi dengan mencuatnya pemberitaan terkait kasus penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Mahasiswa, Pelajar, serta Masyarakat Papua di Bali yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua (IMMAPA) Provinsi Bali, menyerukan perdamaian untuk tanah kelahirannya.

Masyarakat Papua diajak untuk saling memaafkan dan memberi kasih sehingga permasalahan di Papua segera teratasi dengan baik.

Mencuatnya suasana kurang kondusif di tanah Papua dalam beberapa hari terakhir, khususnya pasca kontak senjata di Kabupaten Maybrat, Papua, ditanggapi bijak oleh IMMAPA Provinsi Bali.

Ditemui di sela-sela IMMAPA Gathering yang berlangsung di Kawasan Kuta, Badung, Bali, sejumlah Tokoh Muda Papua menyatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling beradu argumen mengenai kondisi keamanan di Papua.

Menurutnya, para Mahasiswa dan Pelajar di Bali secara khusus tidak ingin terpengaruh dengan berbagai provokasi maupun kampanye hitam yang berpotensi memperkeruh suasana.

Mahasiswa dan Pelajar tetap fokus dengan tujuan utama mereka, yaitu menyelesaikan pendidikan secepatnya dan berupaya mengembangkan diri. Sehingga saat pulang ke kampung halaman bisa berkontribusi sekaligus menjadi bagian dari pembangunan Papua yang lebih baik lagi.

Berbagai pihak diharapkan tidak memanfaatkan situasi saat ini dengan mengalihkan isu tersebut menjadi semakin liar.

Para Mahasiswa dan Pelajar Papua di Bali mengaku sama sekali tidak terpengaruh dengan situasi Kamtibmas maupun berita hoax di Papua, apalagi selama di Bali mereka merasa nyaman dengan pengayoman maupun perhatian dari pemerintah, pihak sekolah, serta pembina.

Sementara, kegiatan penyambutan Pelajar maupun Mahasiswa Papua yang melanjutkan pendidikan di Bali, dikemas melalui kegiatan Gathering yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban di Kawasan Kuta, Badung, Bali, Sabtu, 04 September 2021.

Karena masih pandemi, peserta yang hadir langsung dibatasi tidak lebih dari 30 orang. Sementara, ratusan peserta lainnya, baik yang berada di Bali maupun yang sedang berada di Papua, mengikuti acara tersebut melalui daring.

Selain mengikuti renungan doa yang dipimpin oleh Pendeta Wellem Wanggai, para Pelajar dan Mahasiswa Papua dan Papua Barat di Bali mendengar secara langsung sharing motivasi oleh para senior mereka yang telah sukses menyelesaikan pendidikannya di Bali.

Ketua IMMAPA Bali, Vladinier Yohan Kafiar saat ditemui usai kegiatan mengatakan, kegiatan IMMAPA Gathering ini bertujuan untuk memotivasi para Pelajar dan Mahasiswa Papua, dengan menghadirkan narasumber para senior yang telah sukses menyelesaikan pendidikannya di Bali.

“Kegiatan ini sangat positif sekali. Kita bisa sharing motivasi dengan para senior yang telah sukses menyelesaikan pendidikannya di Bali. Sehingga kita bisa lebih fokus lagi dalam melaksanakan pendidikan dan bisa berprestasi. Kemudian kembali pulang untuk membangun tanah Papua,” ucapnya.

Terkait peristiwa yang terjadi di Papu, Vladinier mengatakan, dirinya juga sangat khawatir.

“Ya kami khawatir juga, namun kami tetap menjaga kebersamaan dan menjaga kemanaanan, tidak terlibat dengan hal-hal yang negatif untuk menjaga keselamatan kita di kota study ini,” ujarnya.

“Kami berharap, mahasiswa dan pelajar di Bali bisa memberi perubahan tanah Papua dalam segala bidang,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Pembina IMMAPA Bali, Paul Hawkes Maniani. Ia berharap, adik-adik dari Papua datang ke Bali dengan tujuan study.

“Jadi kami membawa mereka untuk lebih banyak belajar. Untuk situasi di Papua, kami tidak bisa membawanya ke sini, tapi mereka di sini dengan tujuan pendidikan. Kami berupaya agar mereka bisa menyelesaikan pendidikannya agar kembali pulang, bermanfaat bagi tanah Papua. Mereka harus tetap fokus pada pendidikan,” pungkasnya.

“Untuk situasi yang lain, itu bukan urusan mereka. Tapi tujuan mereka adalah pendidikan. Sekolah dan belajar, lalu berguna untuk tanah Papua,” imbuhnya.

Salah seorang Pelajar Papua di Bali, Michael Yaly Elokpare mengaku sangat senang bisa mengeyam pendidikan di pulau Bali.

“Karena kita bisa melihat di sini, ada orang-orang yang berasal dari gunung, ada yang berasal dari pantai, ada yang dari rawa, ada yang dari lembah. Semua bersatu di sini. Saya rasa di sini membuat orang-orang Papua justru lebih cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Program Afirmasi Pendidikan Menengah Papua dan Papua Barat, I Made Darwis Wibawa mengatakan, para Pelajar dan Mahasiswa ini menjadi kesatuan anak-anak Papua.

“Tujuan yang pertama adalah bagaimana kita meberikan motivasi kepada mereka-mereka, Pelajar dan Mahasiswa ini untuk betul-betul bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

“Tujuan mereka ke Kota Study adalah untuk belajar. Belajar, belajar, dan belajar. Sehingga ini yang menjadi penekanan kita. Kegiatan IMMAPA Gathering ini adalah bagaimana kita bisa memberikan motivasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, IMMAPA adalah wadah para Pelajar dan Mahasiswa untuk bisa berkontribusi.

“Dalam kegiatan tersebut, mereka bisa sharing untuk bisa membangun daerah Papua. Mereka-mereka ini lah yang nanti membangun daerah Papua,” ucapnya.

Untuk diketahui, dari Tahun 2018 hingga 2020, IMMAPA memiliki anggota lebih dari 500 warga Papua dan Papua Barat yang menempuh pendidikan maupun bekerja di Bali.

Sementara di Tahun 2021, ada 218 Pelajar dan Mahasiswa yang menjadi anggota baru IMMAPA. Jumlah tersebut dipastikan bertambah karena selama pembelajaran daring masih banyak Pelajar maupun Mahasiswa Papua dan Papua Barat yang belum datang ke Bali, meski proses pembelajaran maupun perkuliahan telah dimulai. (*/red)