Serang,Bon
Dengan adanya interuksi gubernur Banten untuk menutup Desinasi Wisata Banten ditutup mulai 15-30 Mei ,semua anggota PHRI Kabupaten Serang keberatan karena kita ini bikin merugikan menejemen hotel dan pengelola pantai.
Pada hari Selasa 18 Mei 2021 semua OPD kabupaten serang turun ke wisata anyer di hotel nuansa Bali Anyer untuk pembahasan tentang penutupan Desinasi Wisata Banten oleh gubernur Banten yang di hadiri oleh ASDA I H.Anang , muspika , ketua PHRI,Muspida kabupaten serang, anggota DPRD kabupaten serang.

Menurut Asda I Anang menyikapi tentang penutupan Desinasi Wisata Banten kita buat surat MOU atau kesepakatan PHRI dan pengelola pantai yang ada di kecamatan Anyer dan Cinangka.

Masih lanjut Asda I Anang mengatakan Kam menyikapi usulan dari bupati serang wisata Anyer Cinangka dapat di buka lagi pada hari selasa tanggal 18 Mei 2021, oleh sebab itu dengan catatan harus mematuhi Perotokol kesehatan (Covid-19) dan usulan ini akan kami usulkan ke gubernur Banten ungkap Anang.

Harapan saya seluruh pengelola pantai dan PHRI ( Persatuan Hotel dan restoran Indonesia) agar dapat mematuhi perotokes Covid-19 ungkap Asda I.Abang.

Menurut salah satu anggota Dewan dari feraksi PBB komisi II Eva mengatakan mengenai pendapatan PAD kabupaten serang yang terbesar dari obyek wisata yang ada di Anyer dan Cinangka sekitar 12 milyar /tahun ,dan apabila sekarang obyek wisata ditutup PAD kita makin turun ,dan sebelum ditutup juga PAD wisata untuk tahun 2020  menurun mencapai 50 persen ungkap Eva.

Masih lanjut Eva kami berharap kepada gubernur Banten dapat memberikan kebijakan untuk mengenai penutupan Desinasi Wisata Banten.dan kami juga mengusulkan kepada bupati serang dapat Mempfasilitasi pengelola pantai dan PHRI Kabupaten Serang supaya di buka kembali dengan catatan harus mematuhi perotokes Covid-19 ungkap Eva.

Angkat bicara juga Ketu PHRI Kabupaten Serang Sukarjo kami berharap kepada pemerintah daerah kabupaten serang dapat memfasilitasi untuk di buka kembali Desinasi Wisata Banten mulai pertanggal 18 Mei 2021 jangan sampai tanggal 30 Mei karena Tamu hotel kami banyak dikensel dan batal ,kembali DP ungkap Ketua PHRI Sukarjo.

(Red/Bay)