Serang,BantenOnlineNews.Com

Sejumlah warga yang mengatasnamakan Masyakarat peduli Lingkungan menghadiri pertemuan dengan camat serta perwakilan dinas terkait guna memprotes galian pasir yang ada di wilayah mancak. Senin 10/10/2022

Dalam pertemuan di kantor aula Kecamatan Mancak, sejumalah tamu undangan yang hadir, dari pihak Polsek Mancak,Koramil Beberapa lurah dan Dinas Perijinan yang ada di kabupaten serang serta Kabid Satpol PP kab.serang.

Ujarnya Agung Wahyudi ” Banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya kegiatan galian pasir di wilayah mancak, yang mana hal ini jelas sangat mengganggu aktifitas masyarakat itu sendiri, kurangnya perhatian dari pemerintah daerah serta aturan dan regulasinya yang begitu lemah serta kurang pengawsan dari aparat setempat dan pemda.
kami mewakili masyarakat menuntut ketegasan pemerintah daerah untuk menertibkan galian pasir Liar dan baik yg berijin maupun tidak berijin.Yang di mana galian tersebut berdampak pada lingkungan,kesehatan dan keselamatan warga’ di sela wawancara.

Dinas tata ruang dan Perijinan Kab.serang menyampaikan hal ini akan melakukan efaluasi dan peninjuan kembali serta menampung aspirasi yang di sampaikan sejumlah perwakilan masyrakat.pihaknya akan melakukan pengecekan data seluruh galian yang ada, dengan melakukan sidak ke sejumlah galian untuk melihat kondisi di area lokasi tambang ataupun galian.

Akan tetapi ada bebebrapa warga yang meminta seluruh galian pasir yang ada di wilayah mancak agar segera di tutup, meliwarga sekitar serta penanganan yang serius untuk lingkungan.
banyak masyarakat yang mengeluh terutama masyrakat Desa Batu kuda,banyaknya lahan warga pertanian dan persawahan yang sudah tidak bisa di gunakan lagi,serta perairan untuk sawahpun begitu susah yang di mana hal itu banyaknya aliran air yg tertutup galian sehingga
air yang di gunakanpun tidak layah untuk persawaham sudah tercemah dengan pasir dan kondisi air yg begitu keruh coklat.
hat semua itu banyaknya pengusaha galian tidak pernah memperhatikan asepk keselamatan,kesehatan.

Warga Kp.Welukan” Dulu saya aktifitas seharinya ternak dan ke kebun ,saat ini sudah muali susah untuk di tanami dan mengasih makan ternak kambing saya,semua tanaman tertutup debu pasir sehingga kambing tak mau makan, terpaksa untuk memenuhi kebutuhan saya meminta dari pengendara truk yang lewat sebagai uang salaran jalan ,itupun tidak cukup kadang ngasih kadang tidak, ujar Ibu Maskanah.

Galian pasir tersebut semakin leluasa dan terus melakukan aktifitas pengerukan dengan tidak ada standarisasi pekerjaan, yang di mana hal ini banyaknya yang bermain dan di duga di bekingi sejumlah ormas dan lembaga serta banyaknya pungutan liar di sepanjang jalur galian di wilayah mancak.

Camat mancak dalam penyampaianya akan siap mefasilitasi serta menerima pengaduan dari warga dan masyarakat mancak dengan hasil musyawarah kemarin akan menindak lanjuti di pertemuan selanjutnya yang insallah akan kita agendakan kembali sekligus kita sidak kelapangan untuk melihat kedaan lokasi galian,

Masyrakat meminta penindak tegasan dari pemerintah daerah dan Kasatpol PP Kab.Serang agar segera di lakukan penertiban, dan jangan sampai hal ini masyarakat yg akan bertindak melakukan penertiban.dan meminta agar kegiatan nanti bisa di undang anggota DPRD Kab.Serang Komisi 4 agar sama” meninjau langsung ke lokasi semua galian yg ada di wilayah mancak.
agar hal ini bisa di buatkan perda mengingat masih lemahnya aturan mengenai galian dan standarisasi pekerjaan galian pasir guna keselamata warga.

( RED/Bay/Eki)