SERANG, BON |  Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan berarti guru tidak patut dikenang dan dihargai. Untuk mengapresiasi dan meneladani guru, SMAN 1 Anyer pada Senin lalu (26/10/2018) selenggarakan peringatan Hari Guru Nasional.

Menurut Wakil Kepala Sarana-Pra Sarana Sri Mulyanto mengatakan jika tujuan penyelenggaraan peringatan Hari guru Nasional tersebut adalah guna mengenang jasa dan mengapresiasi guru-guru di seluruh Indonesia. Selain mengingat acara tersebut memang adalah hal penting untuk dilaksanakan di lembaga pendidikan terutama sekolah.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional yang bertema “Kita Tingkatkan Kinerja Guru secara Profesional dalam Mengadapi Zaman Now” ini, SMAN 1 Anyer mengisi acara tersebut dengan berbagai kegiatan lomba kreasi siswa-siswi seperti lomba drama menjadi guru, drama menjadi siswa teladan lagi berprestasi.

Di tengah kemeriahan peringatan Hari Guru Nasional ini, masih saja terdapat permasalahan lampau seperti guru honorer yang tidak kunjung ada perkembangan karir. Contohnya Ibu Weni yang merupakan salah satu guru honorer di SMAN 1 Anyar. Menurut Sri Mulyanto, Ibu Weni yang sekarang dua bulan lagi akan pensiun, sebenarnya sudah dua puluh dua tahun menjadi honorer yang belum juga kunjung diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

“Harapan kami, untuk pemerintah terutama Dinas Pendidikan Provinsi Banten dapat lebih memperhatikan kesejahteraan guru terkhusus para guru honor yang intensifnya masih jauh dari kelayakan. Kami berharap, pemerintah mampu menyesuaikan gaji guru honorer dengan UMK (Upah Minimum Kerja) yang berlaku di masing-masing daerah,” jelas Waka Sarana-Prasarana SMAN 1 Anyer.

(RH/Tim)