SERANG, BON – SMAN 1 Anyar menggelar praktek pemotongan hewan qurban di halaman sekolah, Selasa, 13 Agustus 2019.

Kepala Sekolah SMAN 1 Anyar, H. Bambang Gunawan mengatakan, bahwa tujuan praktek pemotongan hewan qurban yaitu untuk mengingat pelajaran sejarah Islam tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail yang sholeh dan patut ibadahnya akhlak yang mulia. Singkat sejarah, ketika Nabi Ibrahim mendapat wahyu untuk menyembelih putranya untuk qurban, lalu sama Allah SWT diganti dengan hewan kambing, Nabi Ismail tidak jadi disembelih karena beliau orang yang beriman, rajin ibadah, akhlak yang mulia terhadap orang tuanya, taqwa kepada Allah SWT.

“Bantuan hewan qurban tersebut ini hasil iuran guru-guru dan siswa siswi yang terharu untuk qurban dan peduli kepada masyarakat lingkungan sekolah yang dibagikan dagingnya kepada fakir miskin, kaum dhuafa, anak yatim piatu,” tuturnya.

“Kalau kita lihat dari Syariat Islam, syarat hewan qurban itu harus sehat, dan yang memberinya harus ikhlas, dan yang disebut hewan qurban seperti sapi dan kerbau nilainya untuk tujuh orang. Kalau kambing untuk nilainya untuk satu orang. Itu aturan dalam Syariat Islam. Masuknya sah pemotongan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah – 13 Dzulhijjah 1440 Hijriyah,” jelasnya.

“Harapan kami, dengan praktek hewan qurban, siswa siswi kami dapat memahami hikmah pemotongan hewan qurban secara Syariat Islam dan mudah-mudahan ada manfaatnya dan barokah ,” ungkap H. Bambang.

Sementara itu, Ketua panitia, H. Subrata mengatakan, praktek pemotongan hewan qurban ini dibantu oleh guru-guru dan siswa siswa. Adapun jumlah hewan qurban, tiga ekor sapi dan satu ekor kambing.

“Daging hewan qurban ini dibagikan kepada siswa yang tidak mampu, lingkungan masyarakat SMAN 1 Anyar bagi yang tidak mampu,” ujar H.Subrata. (Rh/Bay)