LEMBATA, BON | Sebanyak 484 anggota Gerakan Pramuka Kwarda Nusa Tenggara Timur bergabung sebagai anggota U-Reporter. Pendaftaran dilakukan di lokasi Raimuna Daerah VI Gerakan Pramuka NTT di Bumi Perkemahan Waijarang, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT.

Mereka juga mendapatkan pembekalan, yang disampaikan Luqman Hakim Arifin dan Hariqo Wibawa Satria (Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka) serta Adnan Mubarak (UNICEF).

“Program U-Report ini menjadikan suara anak-anak Pramuka terdengar sebagai isu nasional, bahkan bisa menjadi kebijakan,” jelas Luqman Hakim Arifin, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka dalam paparannya di lokasi perkemahan, Minggu sore, 30 Juli 2017.

Sementara itu, Ketua Kwarda NTT yang juga Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Lusia Adinda Lebu Raya berharap agar program U-Report ini mampu mendorong partisipasi Pramuka yang lebih besar.

“Anak-anak harus didengarkan suaranya, apalagi menyangkut kebijakan gizi dan perlindungan mereka, sebab masa depan NKRI di tangan mereka,” jelas Lusia Adinda di Lembata.

Selain materi U Report, peserta Raimuna Daerah ini juga melakukan praktek reportase wisata NTT dengan menggunakan handphone, pembekalan tentang media sosial yang disampaikan oleh Hariqo Wibawa Satria dari Kwarnas Gerakan Pramuka.

Menurutnya, U-Report adalah program diinisiasi Kwarnas Gerakan Pramuka dan UNICEF sejak November 2016 dalam rangka memfasilitasi opini dan pendapat anak-anak Pramuka terkait isu anak, gizi dan perlindungan anak.

Sebagai informasi, Raimuna Daerah VI NTT berlangung mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2017, dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Beni Litel Noni, dengan tema: “Semangat muda bangun asa, wariskan yang terbaik bagi bumi Flobamora, satyaku kudharmakan, dharmaku ku baktikan”. Slogannya: Baleo Kibar.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pengalaman, serta mempererat persaudaraan antar pramuka atau pemuda se NTT. Peserta juga mengunjungi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Lembata seperti mendaki puncak Ile Lewotolok, mengunjungi desa Nelayan Lamalera, serta berwisata ke bukit cinta dan bukit doa yang tidak jauh dari bumi perkemahan. (red)