Cilegon, Bon. Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Pemuda Kepuh (Ampuh) adakan pengukuhan pengurus baru periode 2020-2025 di Sekretariat LSM Ampuh yang sekaligus ditutup dengan santunan untuk anak yatim (23/12/2020).

Acara pengukuhan yang sangat meriah ini sampai membuat macet dikarenakan ramainya para tamu undangan, semisal dari pihak industri, tokoh masyarakat, kelurahan, Kapolsek, sampai beberapa dewan hadir untuk memberikan pesan dan arahan untuk LSM Ampuh.

Alawi Mahmud selaku ketua DPD PAN Kota Cilegon mengharapkan dengan kepengurusan baru LSM Ampuh mampu bersaing dan berinovasi di era digital sekarang ini.

“Selain itu, semoga para anggota LSM Ampuh bisa meneladani “Bidan Ampuh” alias pendiri ampuh, yakni Pak Isro Mi’raj yang sudah sukses di berbagai bidang,” lanjut Alawi Mahmud saat sambutan.

Di sisi lain, Alawi Mahmud juga mengingatkan persoalan pencemaran di kelurahan Kepuh yang semestinya diadakan musyawarah dari pihak industri dengan masyarakat Kepuh agar kedua belah pihak bisa saling mengerti dan menguntungkan.

“Perlu diingat bahwa pihak industri itu ada aturannya untuk melakukan kegiatan industri. Selain, masyarakat juga harus mengerti apa yang dilakukan oleh industri maka perlulah musyawarah sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, pihak Kapolsek Ciwandan juga mengaharapkan pengurus baru LSM Ampuh ini mampu menjalankan visi misi organisasi dengan baik. Menurutnya, hal ini dikarenakan masyarakat hari ini cepat sekali berubah sebab digital. Sehingga diperlukan sinergitas antara LSM dan Pihak Kepolisian.

“Maka untuk itu, LSM Ampuh ini bisa menjadi mitra Polsek untuk membantu masyarakat,” harap AKBP Poltak Ambarita di sela-sela sambutan.

Sedangkan dari pihak Kelurahan Kepuh, Masyhudi Syah selaku Lurah menjelaskan bahwa LSM Ampuh dengan kelurahan harus mampu meningkatkan sinergitas dan kordinasi dengan pihak Kelurahan untuk kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Kepuh.

“Ya, LSM harus bersinergi dan kordinasi agar daerah Kepuh ini bisa damai dan sejahtera. Apabila ane dampak negatife sing perusahaan maka sebisane diselesaikan dengan musyawarah. Karena segala persoalan bisa selesai jika dimusyawarahkan,” tutup Lurah Kepuh.

(Muhay/Red)