Hakim Konstitusi Patrialis Akbar

JAKARTA, BON | ‎Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, kembali mengingatkan pada pejabat negara agar tidak melupakan sumpah jabatannya ketika resmi menduduki suatu posisi strategis.

Hal tersebut diungkapkannya menyusul tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar terkait skandal suap Judicial Riview atau uji materiil Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan.

“KPK kembali memberikan peringatan dan himbauan khususnya memberikan contoh tidak menerima suap, menyalahgunakan wewenang. Kami mengingatkan agar ingat sumpah jabatan saat dilantik,” ujar Basaria di kantornya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Seperti diketahui, tim satgas kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu 25 Januari 2017 di tiga lokasi yang berbeda. Sebanyak 11 orang berhasil diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan terkait skandal suap Judicial Review atau Uji Materiil Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan.

Namun, setelah dilakukan ‎pemeriksaan, empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Empat tersangka tersebut yakni Patrialis Akbar (PAK) sebagai penerima suap, Kamaludin (KM) sebagai perantara, dan dua pihak swasta yaitu Basuki Hariman beserta sekretarisnya, NG Fenny. (red)