CILEGON, BON | Dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Kepolisian Sektor (Polsek) Ciwandan beserta Kelurahan Citangkil menggelar Operasi Cipta Kondisi di wilayah Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, Jumat Sore (20/01/2017).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciwandan Kompol. Didid Imawan langsung bergerak menuju dua titik lokasi kos-kosan yang dijadikan target sasaran. Titik pertama kos-kosan yang berada di samping Kantor Kelurahan Citangkil, dan kedua adalah Kos-kosan di lingkungan belakang Kantor Bappeda Cilegon.

Menurut Didid Imawan, target sasaran operasi cipta kondisi ini adalah kos-kosan. Ini dilakukan karena banyak laporan dari masyarakat mengenai adanya beberapa kos-kosan yang dianggap penghuninya mengganggu ketentraman dan ketertiban serta diduga melakukan perbuatan yang melanggar nilai, norma, aturan dan hukum.

“Makanya setalah kami tindaklanjuti melalui kegiatan Operasi Cipta Kondisi ini. Kami berhasil mendapatkan 15 warga yang memiliki KTP Luar Cilegon, 4 warga yang tidak memiliki KTP, serta 2 pasangan dalam satu kamar kos-kosan yang duga melakukan perbuatan mesum,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Didid, warga yang terjaring dalam kegiatan tersebut langsung dibawa ke Kantor Kelurahan Citangkil untuk mendapatkan pembinaan, serta membuat surat pernyataan bagi pasangan di luar nikah tersebut untuk tidak melakukan lagi perbuatannya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan tertib di lingkungan masyarakat menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten, dan akan digelar di seluruh wilayah kewenangannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kelurahan Citangkil, Tb. Edy Purnama mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan rasa terima kasih kepada Polsek Ciwandan, Ketua RT/RW di lingkungan Citangkil dan kepada Masyarakat yang telah sama-sama perduli untuk ikut serta menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tentram dan tertib.

“Tanpa ada kepedulian dan peran serta dari semua pihak, maka sepertinya kondusifitas masyarakat takan bisa terwujud,” katanya.

Hal senada dikatakan Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum M. Ali Wahdi. Menurutnya, dalam mengantisipasi hal-hal yang mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat maka perlu adanya pengawasan rutin dari pihak terkait. “Baik dari pemerintah, Kepolisian ataupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ali, program kegiatan yang berkaitan ketentraman dan ketertiban ini tetap akan dilakukan setiap bulan. “Tentu pelaksanaannya akan melibatkan Kepolisian dan masyarakat,” pungkasnya. (red)