paku-banten-2

SERANG, BON | Peralihan Kepemimpinan Perguruan Silat Pusaka Saputra Paku Banten (PS-PSPB) Seni Bela Diri pada masa kerajaan Sultan Hasanuddin pada pertengahan abad XVI yang awalnya dipegang oleh Almarhum Haji Tubagus Ismetullah, kini diketuai oleh Haji Mahyadi dengan harapan dapat mempersatukan Paku Banten yang tersebar di luar Banten.

“Pergantian Ketua Paku Banten dari Haji Ismetullah ke Haji Mahyadi diharapkan dapat menyatukan Paku Banten yang ada di Banten dan di Lampung,” kata Haji Nasri, di Pondok Tirta, Kota Serang, Banten, Sabtu (24/10/2016).

Peralihan Ketua Paku Banten kepada Haji Mahyadi ini dikarenakan wafatnya Ketua Paku Banten sebelumnya Haji Tubagus Ismatullah.

paku-banten-1

Pada masanya, seni bela diri ini digunakan oleh prajurit Kesultanan Banten yaitu Pengawal Khusus Sultan Maulana Hasanuddin dan secara turun temurun, Seni Bela Diri ini diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Asal mulanya, PS-PSPB dikenal dengan nama Paku Banten yang hanya diwariskan oleh orang-orang tertentu. Dari waktu ke waktu, Paku Banten menyebar seiring dengan perkembangan jaman, dan Paku Banten berubah nama menjadi Pusaka Saputra Paku Banten yang memiliki arti yaitu, Pusaka berarti warisan. Sedangkan Saputra adalah generasi penerus.

Paku merupakan mengokohkan atau yang mengokohkan, Banten merupakan nama tempat didirikannya Paku Banten. Jadi PSPB merupakan warisan yang diberikan kepada generasi selanjutnya untuk mampu berdiri dan kokoh dengan nilai-nilai budaya. (sar/red)