CILEGON, BON | Ratusan warga muslim di Kota Cilegon yang tergabung dalam Garda PB Al Kheriyah Citangkil, LSM Laskar Merah Putih, dan elemen umat Islam lainnya mengelar aksi mengutuk Keputusan Presiden AS, Donal Trump, di Tugu Landmark Simpang Tiga, Kota Cilegon, Banten, Jumat, 22 Desember 2017.

Ketua PB Al Kheriyah Citangkil, H. Ali Muzahidin mengatakan dalam orasinya, bahwa negara Palestina adalah tempat kiblatnya umat muslim yang pertama saat Nabi Muhammad SAW melakukan Isro Mi’rad pada waktu itu, dan negara Palestina mayoritas umat muslim.

“Kami tidak setuju dengan Keputusan Presiden AS Donal Trump. Harga mati kami untuk umat muslim yang ada di Kota Cilegon menolak bahwa negara Palestina dijadikan Ibu Kota Israil. Kami umat Islam ingin membela sampai darah penghabisan dan jihad fisabililah,” tegasnya.

Sementara, salah seorang tokoh umat Islam, K.H.Mansur dalam orasinya mengatakan, bahwa umat Islam harus bersatu untuk memboikot prodak-prodak Amerika Serikat, dan membela umat Islam yang ada di Palestina.

“Kami berharap, Presiden AS Donal Trump segera mencabut surat kesepakatan Israil yang ingin menduduki negara Palestina menjadi Ibu Kota. Kami umat muslim di Cilegon akan merebut negara Palestina, baik secara doa dan fisik dan minta perlindungan kepada Allah SWT. Allahu Akbar…! Dan kami siap jihad fisabililah mebela agama Islam,” tegasnya. (tim)