silaturahmi-polres-dengan-lsm-wartawan

CILEGON, BON | LSM singgung profesi wartawan dalam pemberitaan kasus narkoba yang melibatkan oknum PNS yang diberitakan di berbagai Media beberapa waktu lalu.

Dalam acara silaturahmi bersama Kapolres Cilegon dengan para LSM, Ormas dan Wartawan se-Kota Cilegon di Hotel Bintang Laguna, Kamis (08/09/16).

Salah satu perwakilan LSM, Simak Miftahul mengatakan, banyaknya keresahan terhadap masyarakat yang disebabkan pemberitaan di berbagai media dalam penangkapan salah seorang yang diduga oknum PNS menggunakan narkoba dirinya menduga insan pers yang membuat gaduh kepada masyarakat
.
“Ini jelas yang membuat gaduh adalah teman-teman wartawan,” ujarnya.

Miftahul juga menambahkan, jika ada wartawan yang pemberitaannya setengah-setengah dan membuat resah masyarakat dirinya menyarankan agar tidak lagi menjadi dan menekuni profesi sebagai wartawan.

“Kalau setengah-setengah jadi wartawannya, lebih baik tidak usah menjadi wartawan. Kalau pemberitaannya bikin resah terhadap masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi apa yang dikatakan LSM Simak tersebut, menurut salah seorang Pimpinan Redaksi yang berada di wilayah Banten Rahmat mengatakan, buka kapasitas LSM untuk mengomentari sebuah tulisan atau pemberitaan Wartawan.

‚ÄúTugas LSM itu melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan pemerintah. Bukan mengomentari pemberitaan,” ujarnya.

Dalam pemberitaan di Media sudah ada yang mengawasi dan berhak untuk mengomentari, mengkritisi dan mengevaluasi segala bentuk pemberitaan adalah Dewan Pers.

“Kita sudah ada Dewan Pers dan Lembaga Pers lainnya yang mengawasi. Jadi LSM tidak bisa mengomentari sebuah karya tulisan wartawan,” tegas Rahmat. (Red/TIM)