SERANG, BON | Lantaran prihatin dengan masih tingginya angka gizi buruk di Kabupaten Serang, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Serang, Rabu (25/1/2017).

“Angka gizi buruk di Kabupaten Serang masih tergolong tinggi, penderitanya adalah anak berusia di bawah lima tahun,” kata Rahman, Koordinator aksi saat diwawancara, Rabu (25/1/2017).

Dalam orasinya Rahman juga menyebutkan bahwa ada beberapa Kecamatan seperti Lebak Wangi, Kasemen dan Cikeusal yang tejangkit gizi buruk terbanyak. Mahasiswa juga meminta keseriusan pemerintah dalam mensosialisasikan agar tepat sasaran dan tidak hanya ceremony saja.

“Sosialisasi yang dilakukan hanya ceremony saja dan tidak tepat sasaran, seharusnya pemerintah turun langsung agar bisa menciptakan lingkungan dan pola hidup yang sehat,” kata Rahman.

Sementara mahasiswa lain juga menyebutkan dalam orasinya bahwa masih kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Serang dalam menangani kasus yang dapat mengakibatkan suramnya masa depan bangsa.

“Pemerintah seharusnya bisa memperhatikan dan meningkatkan pemberian asupan gisi kepada ibu hamil dan balita, agar anak bangsa yang keluar dari kandungan ibunya bisa sehat dan mempunyai masa depan yang cerah,” kata Andi saat berorasi.

Setelah berorasi secara bergantian dan kecewa tidak ada satu pun yang menemui mereka, mahasiswa pun membubarkan diri dengan berjalan kaki menuju kampus IAIN SMH Banten, sehingga mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. (rah/red)