CILEGON, BON | Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cilegon Bersatu (FMCB) menggeruduk mall-mall di Kota Cilegon, Kamis, 31 Agustus 2017.

Dalam aksinya tersebut massa menyoroti tentang adanya dugaan praktik pungli di area parkir Mall Ramayana Cilegon dan Supermall Cilegon.

Pengelola parkir diduga telah melanggar Perda Kota Cilegon Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi di bidang Perparkiran dan Perda Kota Cilegon No 9 Tahun 2012 tentang penyeleggaraan perparkiran Pasal 8 Ayat 1 disebutkan bahwa badan atau orang pribadi yang akan mengelola tempat khusus parkir swasta wajib memiliki izin dari Walikota atau pejabat yang ditunjuk.

“Namun diduga surat izin penyelenggaraan tempat khusus parkir swasta yang dimiliki oleh pihak pengelola parkir Mall Ramayana Cilegon tidak diregistrasi ulang setiap tahunnya dan itu sama saja sudah tidak berlaku sejak 4 tahun yang lalu, karena registrasi ulang surat izin adalah wajib di dalam Perda tersebut,” ujar Feriyana, Kordinator Lapangan dalam aksi tersebut.

Tidak hanya lokasi area parkir Mall Cilegon saja yang diduga telah melanggar Perda, lokasi area parkir PT.ASDP dan area parkir Mahkota Cilegon Green Mega Blok juga diduga tidak meregistrasi ulang surat izin terkait kegiatan perparkiran.

“Kegiatan pemungutan tarif parkir yang dilakukan oleh pihak pengelola parkir kepada pengunjung gedung di Mall Ramayana Cilegon ini sudah terlihat jelas arah Pungli (pungutan liar),” tegas Feriyana.

“Untuk itu kami yang tergabung Forum Masyarakat Cilegon Bersatu (FMCB) meminta dan memohon kepada Walikota dan pejabat terkait di Kota Cilegon untuk segera menutup kegiatan perparkiran di Mall Ramayana Cilegon serta memblacklist perusahaan pengelola parkir yang diduga tidak memperbarui surat izinnya atau yang telah melanggar Perda tersebut,” tambahnya. (SAR/BON)