BON, CILEGON | Dewan Kesenian Cilegon gelar acara “Ngobrol Seni lan Budaya Ning Riki” (Ngopi) perdana di Taman Layak Anak Cilegon pada Selasa lalu (26/02/2019), yang dihadiri oleh para seniman, pengurus Dewan Kesenian Cilegon, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Acara “Ngopi” perdana ini diisi talkshow yang dimoderatori Muhaimin selaku Ketua Penelitian dan Pengembangan Dewan Kesenian Cilegon dengan narasumber Tini Suswatini selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disbadpur, M. Rois Renaldi sebagai Majelis Seniman Kota Cilegon, dan Bahroni selaku Ketua Bidang Program Dewan Kesenian Cilegon.

Talkshow yang diawali dengan penampilan pantomim oleh Kang Aman dari Komunitas Wonk Kite ini, mengambil tema “Pokok Pikiran Seni dan Budaya Kota Cilegon”. Menurut Saeful selaku Anggota Litbang DKC, tema yang diangkat ini dianggap cukup penting dikaji untuk awal membuka pemahaman terkait kesenian dan kebudayaan yang khas dari Kota Cilegon, sebelum lanjut menjadi program-program yang lebih produktif.

Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah adalah turunan amanah dari Undang-undang Nomer 5 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan yang selanjutnya menjadi Perpres No. 65 Tahun 2018 tentang pengisian Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, lalu sudahkah Cilegon mengisinya sesuai dengan amanah Perpres?” tanya Moderator kepada Tini Suswatini selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Cilegon.

Menurut Tini, pihaknya sendiri dari Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Cilegon sudah mengisi dan mengumpulkan data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kota Cilegon kepada provinsi, yang selanjutnya akan disetorkan kepada Kemendikbud.

Selain Kepala Bidang Kebudayaan, Rois Renaldi saat talkshow memberikan gagasan perihal kesenian yang diharapkan bukan hanya berbicara sekadar ekspresi kesenian saja. Melainkan dimulai dari sebuah pokok pikiran yakni ide fundamental terkait kesenian itu sendiri. Setelah itu, menurut Rois, pihak pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan, dan para seniman berkumpul mendiskusikan tentang grand design kesenian kota Cilegon bersama-sama secara serius.

Sedangkan Bahroni mengungkapkan terkait program-program yang disiapkan Dewan Kesenian Cilegon yang berkaitan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Menurut Ketua Bidang Program Dewan Kesenian Cilegon ini, beberapa program dari Dewan Kesenian Cilegon mencoba mendasarkan kepada hasil penelitian yang sudah mulai dilakukan oleh bagian Litbang Dewan Kesenian Cilegon tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Selain itu, dia juga berharap pihak pemerintah juga sadar untuk turut komitmen serta membangun kesenian dan kebudayaan bersama DKC.

Talkshow yang pesertanya memenuhi aula pendopo Taman Layak Anak ini berjalan dengan hangat dan lancar, selain menurut Predi selaku Ketua Pelaksana, acara ini dianggap sudah sesuai sasaran dan harapan.

“Acara yang Sinom Al-Khairiyah diamanatkan sebagai Tim Pelaksana ini, bertujuan untuk silaturahim para seniman di Cilegon, selain memberikan gagasan tentang seni dan budaya di Kota Cilegon kepada lembaga-lembaga terkait dan masyarakat umum,” ungkap Predi yang juga Ketua Sinom Al-Khairiyah ketika diwawancarai oleh para wartawan.

Sedangkan Muhaimin selaku moderator ketika di akhir acara, berharap agar dengan diskusi ini bisa menjalin lebih erat antara seniman, masyarakat, dan pelayan masyarakat yang dalam hal ini adalah pemerintah. Selain, semoga mendongkrak kesenian dan kebudayaan di Kota Cilegon.

(Ds/Tim)