Cilegon , BantenOnlineNews.com

DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Menggelar Rapat Kerja Daerah ( RAKERDA) konsolidasi Organisasi menuju sukses Pileg Pilpres dan Pilkada 2024 di Hotel Grand  Mangku Putra Kota Cilegon, Senin (21/3/2022).

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengatakan ” Saat ini soal konsolidasi partai karena bentar lagi 2024 menghadapi pemilu dan apalagi pemilu ini kan dengan sistem yang berbeda satu sama lain, maka harus berkonsolidasi Raker itu adalah bagian dari konsolidasi untuk pemenangan partai strategi nya apa taktik nya apa dan lain sebagainya Nah itu yang saya kira harus di lakukan oleh Golkar,” terangnya.

” Anggota dewan harus kritik contohnya gini ada janji politik yang dilakukan oleh Walikota dan janji politiknya direalisasi Apa Enggak itu loh kalau nggak direalisasikan, misalkan hari ini yang saya dengarkan janji politiknya soal 5000 tenaga kerja dalam waktu 1 tahun, nah kalau satu tahun 5000 tenaga kerja berarti kan logikanya adalah sekitar 25.000. Pengangguran berapa dilihat seperti itu betul apa enggak, kalo enggak  ya dikritisi oleh Golkar, dan Golkar itu kan Motonya suara Golkar adalah suara rakyat dan kalau misalkan ada kepentingan publik kepentingan rakyat janji politiknya enggak direalisasikan Golkar harus kritis terutama yang di legislatif nah kalau misalkan tidak kritis maka terjadi yang disebut tadi abuse of power penyalahgunaan kewenangan nanti, soal mutasi misalkan beredar video misalkan berkaitan dengan soal apa sih A diminta sekian si B sekian itu fakta fakta harus di ungkap, itu harus disampaikan. Jangan nanti teriak soal moral teriak soal korupsi tetapi juga melakukan tindakannya sendiri,” paparnya.

Wakil Ketua DPD II Golkar Kota Cilegon ” Abah Salim berharap golkar ke depan lebih maju dan mendapatkan suara yang signifikan karena pengalaman kemarin memang bukan di legislatif. Pengalaman kemarin kita memang ada kekalahan di eksekutif tapi di legislatif tetap kita dianggap menang Pemilu maka pengalaman pengalaman yang sudah terjadi kemarin itu buat bahan evaluasi mudah-mudahan ke depan Partai Golkar mendapatkan suara yang lebih banyak lagi dan saya sebagai wakil ketua menargetkan 12 kursi minimal, maksimal 14 kursi,” jelasnya.

“Namanya alam demokrasi semua boleh berpendapat kita juga nggak terlalu diam diam amat artinya dewan semua kritis lah enggak diam. Saya setuju dengan Pak Iman apa yang memang dianggap keputusan Walikota itu baik atau bagus kita dukung akan tetapi bukan berarti kita enggak bisa mengkritik, kita juga punya catatan ada kurang contoh kayak pengangguran pengangguran yang selama ini memang belum terealisasi itu kan kritik dengan janji janji politik kalau mengkeritik bukan janji politik ya namanya hoax, ini mengkritik membangun,” paparnya

(Red/Bay/Baihaki)