SERANG, BON | Rumah Tidak Layak Huni (Ratulihu/RTLH) yang terkena dampak bencana Tsunami Selat Sunda pada bulan Desember 2018, lalu telah usai 80 persen diresmikan oleh Bupati Serang Hj Ratu Tatu Hasanah di dua desa, yakni Desa Bulakan dan Karang Suraga yang menelan anggaran Rp 1,4 milyar yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Serang, Rabu, 15 Mei 2019.

“Jumlah rumah yang 44 rumah yang dibuat dari dasar dan rehab rumah, dan warung di pinggir pantai belum bisa direhab. Karena, alasan Bupati Serang tidak punya lahan, akan tetapi akan diberi uangnya untuk modal dagang,” ujar Bupati Serang Hj Ratu Tatu Chasanah dalam sambutannya di Desa Bulakan.

Sementara itu, Dandim 0623/Cilegon, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait mengatakan, bahwa karya bakti perbaikan rumah warga terdampak bencana tsunami selat sunda diselesai dikerjakan.

“Kita kerjakan selama tiga bulan, kini sudah baru mencapai 80 persen karena sempat tertunda dengan adanya pesta Demokrasi Republik Indonesia. Jadi untuk akhir bulan Mei atau sebelum Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, mudah-mudahan sudah dapat digunakan atau dipakai oleh masyarakat korban tsuami,” ujar Dandim.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Irawan Noor berharap agar rumah program Ratulihu ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh warga korban tsunami di desa Bulakan dan Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang,” ujar Kadis Perkim Irawan Noor. (Rh/Bay)