Bon,Serang
Pada bulan Dzulhijjah 1441 Hijriyah banyak masyarakat Anyer kecamatan Anyer kabupaten serang perovinsi Banten banyak mengadakan acara persepsi Nikah , menurut masyarakat Anyer bulan haji itu adalah disunahkannya untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW yaitu untuk banyak mengerjakan betsodaqoh dan banyak mengerjakan sunah rasul seperti : persepsi pernikahan dan khitanan massal,Isbat Masal yang sekarang di gelar di kecamatan Anyer.

Menurut Camat Anyer Khairil Anwar mengatakan kepada awak media bahwa kami mengelar isbat masal berjumlah 70 pasang pengantin ini tujuannya untuk meringankan beban Warga dalam pengurusan administrasi buku Nikah ,yang dianggarkan dari APBD kabupaten serang, oleh karena itu buku nikah itu sangat penting sekali yaitu fungsinya : untuk surat izin masuk kerumah mertua atau resmi udah suami istri, untuk pembuatan Akte kelahiran anak, membuat fasfor, membuat KTP,KK, untuk persyaratan jemaah haji, untuk pendaftaran sekolah ungkap camat.

Petugas Pengadilan negeri Agama kabupaten serang juga angkat bicara H.Baihaqi terjadi pernikahan Isbat masal ini diakibatkan pernikahan tidak tercatat di KUA atau alias nikah dibawa h tangan/nikah sirih pada umumnya dimasyarakat,dan jumlah masyarakat yang akan nikah isbat terpadu ini sekitar 2900 pasang sekabupaten serang ,yang udah terlaksana Isbat terpadu ini di tahun 2020 baru 20 kecamatan yang udah terlaksana isbat nikah terpadu .

Terkait biaya administrasi isbat perinakahan tergantung jarak radius dan kalau radius jarak Anyer dan Cinangka dikenakan biaya 700.000/pasang pengantin dan apabila jarak radius terdekat atau dalam kota lebih murah .

Dan menyingung masalah kasus gugat cerai di pengadilan negeri Agama kabupaten serang makin meningkat sekitar 10 persen dalam kondisi Covid 19 di akibatkan banyak pengangguran ,PHK, ekonomi susah dicari ujar H.Baihaki petugas Pengadilan negeri Agama kabupaten serang.

Menurut Ketua KUA Anyer H.Pendi mengatakan bahwa masyarakat yang banyak isbat nikah masal di kecamatan Anyer akibat ekonomi dan tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) dan umumnya masyarakat menjalankan pernikahan secara syariat Islam kawin sirih, dibawah tangan,dan nikah dipengulu/ tokoh agama ungkap H.Pendi selaku ketua KUA Anyer.
(RH)