SERANG, BON – Sejumlah mantan Narapidana Terorisme (Napiter) di Banten mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas keamanan dan menolak paham radikalisme. Hal itu disampaikan oleh mereka saat menggelar silaturahmi di Kota Serang, Banten, Selasa, 14 Juni 2022.

Salah seorang mantan Napiter, Qomar Quntadi mengatakan, dirinya selama ini rutin menggelar silaturahmi dengan sesama eks Napiter, dalam rangka menjaga keharmonisan agar terhindar dari hal-hal yang mengarah kepada radikalisme.

“Namun yang saya pahami, menjalin silaturahmi supaya tidak ada jarak lagi. Kedua, supaya tetap menjaga stabilitas kemanan di wilayah Banten. Kemudian teman-teman yang kemarin tersandung pidana diharapkan tidak lagi melakukan hal-hal yang sebelumnya pernah dilakukan,” katanya.

Ia menuturkan, saat ini ada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mantan Napiter, di antaranya ada yang membantu negara melakukan penanaman pohon di wilayah Pandeglang, Serang dan Cilegon. Totalnya ada sekitar 30 orang.

Sedangkan untuk kegiatan individu, kata dia, saat ini pihaknya masih terus berupaya agar memiliki pendapatan harian.

Terkait dengan masih adanya segelinitir orang yang masih bertahan pada paham radikali, Ia menyampaikan bahwa radikalisme tersebut merupakan masalah keyakinan yang tidak serta merta seperti membalikan tangan langsung bisa kembali ke pemahaman yang lurus.

Ia berharap kepada pemerintah untuk mengedepankan upaya preventif kepada mereka untuk kembali ke pemahaman yang lurus.

“Saya yakin sepanjang bicara dari hati ke hati, sekeras kerasnya manusia mereka pasti punya hati, tolong mereka jangan dipojokan menjadi musuh negara,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Mantan Napi Teroris lainnya, Irhan Nugraha. Dirinya juga mengajak kepada semua masyarakat indonesia, khususnya masyarakat Banten agar senantiasa menjaga ketertiban dari paham paham radikal yang dapat mengancam keamanan.

“Marilah kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dengan menguatkan ukhuwah islamiyah, menguatkan ukhuwah sesama anak bangsa,” pungkasnya. (*/red)